19.12.12

Kisi-Kisi Ujian Nasional 2013


Seputar Kisi-Kisi Ujian Nasional (UN) 2013
  
         Kisi-kisi Ujian Nasional (UN) 2013 masih terus disempurnakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beserta Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Seperti tahun-tahun sebelumnya biasanya kisi-kisi soal UN baru diumumkan menjelang akhir tahun. Sedangkan untuk kisi-kisi soal UN 2013, Pemerintah yang semula menargetkan sudah bisa diumumkan kepada masyarakat pada bulan Oktober ini, ternyata diundur menjadi minggu ketiga bulan November.
         Adanya rencana pemerintah untuk membuat 20 variasi/paket soal ujian nasional (UN) untuk setiap mata pelajaran di setiap ruang ujian, memerlukan persiapan khusus. Persiapan tersebut diantaranya Pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) masih terus menyempurnakannya. Dengan berbekal kisi-kisi tersebut, calon peserta UN bisa lebih dini mempersiapkan diri, juga para guru pembimbing akan memberikan arahan secepatnya dengan mengacu pada kisi-kisi yang dibuat Kemdikbud dan BNSP tersebut.  
         Menurut penjelasan Kabalitbang Kemendikbud, pihaknya sudah menyelesaikan pembuatan draf kisi-kisi soal UN, terutama untuk SMA sederajat. Draf kisi-kisi soal itu harus lebih dulu dilaporkan ke Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP). Setelah mendapat pengesahan dari BSNP, baru kisi-kisi ini dilansir atau disebarkan ke masyarakat, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para guru dan siswa untuk persiapan menghadapi UN 2013 mendatang. Pada tahun 2012 sebaran tingkat kesulitannya untuk soal yang mudah hanya 10 persen, soal dengan bobot sedang 80 persen dan soal yang sukar sebanyak 10 persen. Sementara untuk tahun 2013, soal sukar akan ditambah menjadi 20 persen. Soal yang sedang berkurang jadi 70 persen. Yang mudah tetap 10 persen tapi ini masih dianalisis.Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof. Mohammad Nuh, sebaran bobot soal akan disesuaikan dengan tidak adanya kenaikan batas minimum kelulusan. Tapi yang mungkin adalah menyebar tingkat kesulitan soalnya.Peningkatan kualitas ujian nasional (UN) itu harus dilakukan karena UN SMA/MA/SMK) merupakan salah satu acuan penerimaan calon mahasiswa baru melalui SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) jalur undangan.Pembuatannya juga didasarkan dan dikembangkan pada kurikulum yang tengah diajarkan guru pada anak didiknya. Untuk itu, pendalaman materi bagi anak didik sebenarnya dapat dilakukan tanpa menunggu kisi-kisi.
        Tidak hanya itu, sekolah juga bisa memanfaatkan hasil evaluasi dan kajian penyerapan pelaksanaan UN pada tahun lalu. Dari evaluasi dan kajian tersebut, digambarkan secara jelas penyerapan masing-masing mata pelajaran. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya kisi-kisi Ujian Nasional biasanya tidak mengalami perubahan yang signifikan, hanya ada sedikit revisi untuk penyempurnaan saja.
        Dengan adanya Kisi-Kisi UN, maka kalian akan lebih mudah mempelajari dan memahami materi yang akan diujikan.




UP DATE KISI-KISI UN 2013 LENGKAP 
        Akhirnya Kisi-kisi Ujian Nasional (UN) 2013 lengkap untuk tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan sederajat untuk semua mata pelajaran yang di akan diujikan telah resmi dirilis oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sekitar dua hari yang lalu. 

        Sesuai dengan predikisi Kisi-kisi UN 2013 sekarang ini tidak banyak mengalami perubahan dan hampir sama dengan Kisi-kisi UN tahun 2012 kemarin, hanya ada perubahan sedikit sekali. Kisi-kisi UN 2013 yang sudah dapat Anda download secara lengkap melalui situs BSNP ini dalam file format Pdf dengan tampilan seperti berikut:






         Menurut rencana kisi-kisi yang sudah dapat diunduh melalui situs BNSP tersebut diproyeksikan akan terus digunakan hingga tiga tahun ke depan, alasannya karena dari tahun ke tahun tidak terdapat banyak perubahan sehingga dipandang lebih efektif jika kisi-kisi yang baru ini tidak hanya dipakai untuk tahun depan.

         Nah dengan demikian para guru dan siswa serta para orang tua tidak perlu khawatir lagi karena penantian yang panjang selama ini tentang Kisi-kisi UN 2013 terbaru akhirnya terjawab sudah, materi yang sudah dipelajari berdasar kisi-kisi tahun kemarin sudah sesuai tinggal lebih diperdalam lagi supaya makin mantap. 


        Sekarang yang terpenting bagi para guru, siswa dan orang tua adalah mempersiapkan diri mental dan spiritual sebaik mungkin untuk menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional 2013 mendatang yang sudah di depan mata.





DOWNLOAD Kisi-kisi Ujian Nasional 2013
 


        Demikianlah up date tentang Kisi-kisi Ujian Nasional 2013 terbaru, semoga dapat bermanfaat dan diharapkan para guru, siswa serta orang tua dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut UN mendatang dengan penuh keyakinan dan per caya diri. 



Selamat belajar, semoga berhasil....

Perubahan Sosial Budaya di Bidang Pertanian

A. Contoh Perubahan Sosial Budaya
       
       TEKNOLOGI  DALAM  PENGOLAHAN  LAHAN  PERTANIAN



                            

Dalam kegiatan bercocok tanam tentu banyak menggunakan alat – alat untuk mengolah tanah ataupun hasil pertanian. Alat – alat untuk bercocok tanam tersebut sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu dan dari masa ke masa tentunya banyak mengalami berbagai macam perkembangan. Dalam proses pengolahan lahan mulanya menggunakan cangkul yang bertujuan untuk membalik lapisan tanah yang subur, akan tetapi lama kelamaan cangkul dirasa kurang efektif, karena dengan menggunakan cangkul tenaga yang dikeluarkan tidak sebanding dengan luas tanah yang akan diolah, karena dalam hal ini manusia mempunyai peranan yang dominan didalam menggerakan alat dimaksud, sehingga produktifitas kinerja tegantung kepada kekuatan atau tenaga manusia itu sendiri, selain itu juga membutuhkan waktu yang cukup lama jika lahan yang akan ditanami cukup luas.
            Kemudian para petani menemukan cara yang lebih efektif dalam mengolah tanah dengan menggunakan bajak sawah yang ditarik binatang, seperti kerbau, sapi ataupun kuda . Secara fisik kondisi tanah hasil pekerjaan bajak dengan kerbau (angleran) teksturnya lebih halus, hal itu dikarenakan pijakan terhadap tanah lebih intensif, serta kaya akan pupuk organik yang berasal dari kotoran kerbau. Dengan menggunakan bajak, para petani dapat mempersingkat waktu dalam mengolah tanah agar secepatnya bisa segera ditanami.
            Namun dalam prosesnya, penggunaan bajak dalam kegiatan bercocok tanam juga menemui kendala. Karena bajak ditarik hewan, kendala yang dihadapi utamanya menyangkut hewan tersebut, kendala yang dialami ialah dalam hal pemeliharaan hewan tersebut, seperti kandang dan makanan hewan tersebut, selain itu tidak semua petani memiliki hewan ternak karena hewan – hewan tersebut dirasa cukup mahal bagi petani yang memiliki lahan pertanian yang tidak seberapa luas.
            Seiring berkembangnya teknologi dalam ilmu petanian serta adanya pemikiran kearah peningkatan produksi secara cepat dan berklanjutan, berdampak kepada perubahan alat pengolah lahan atau tanah, penggunaan bajak dengan tenaga kerbau sudah mulai ditinggalkan dan beralih menggunakan jasa traktor yaitu alat yang menggunakan tenaga mesin sebagai penggeraknya, dengan bentuk yang di rancang menyerupai kendaraan bermotor serta mengunakan bahan bakar, alat ini disebut dengan traktor. Penggunaan alat pengolahan lahan yang menggunakan kekuatan tenaga mesin ( traktor ) dipandang lebih produktif serta efisien, karena dalam penggunaannya manusia yang mengendalikan alat tersebut. Sehingga tanah akan lebih cepat diolah dan ditanami.        

                                                                                                                                                   B. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya

Samuel Koenig menjelaskan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern atau sebab-sebab ekstern.Selo Soemardjan menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan unsur-unsur atau struktur sosial dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke
keadaan yang lain. Secara umum perubahan sosial dan budaya dibedakan dalam beberapa bentuk:
a.       Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
b.      Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
c.       Perubahan yang direncanakan (planned change) / perubahan yang dikehendaki (intended change)  dan perubahan yang tidak direncanakan (unplanned change) / perubahan yang tidak dikehendaki (unintended change)
d.      Perubahan Struktural dan Perubahan Proses
Perubahan sosial budaya dalam hal pengelolaan pertanian masuk ke dalam bentuk perubahan sebagai berikut:

Perubahan Besar
Perubahan besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang memberi pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Salah satunya perubahan cara pengelolaan pertanian dengan pemakaian alat pertanian dari mesin (traktor) pada masyarakat agraris merupakan perubahan yang membawa pengaruh besar. Pengaruh besar tersebut diantaranya memudahkan para petani dalam mengelola sawah terutama dalam mengolahan tanah yang bertujuan untuk menciptakan struktur tanah yang dibutuhkan untuk persemaian atau tempat tumbuh benih. Tanah yang padat diolah sampai menjadi gembur dengan bantuan traktor sehingga lebih efisien. Berikut gambar perubahan peralatan pertanian:          

Bajak Kayu Kuno

Cangkul

Bajak Besi

         Traktor terdahulu


          Traktor Tangan

          Traktor Canggih
   
                                                                                                                                                               C. Sebab-Sebab Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi karena adanya sebab-sebab yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat.

a. Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab Intern)
Berikut ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari
dalam masyarakat (sebab intern) :
1) Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.Jumlah penduduk mempengaruhi matapencaharian penduduk sebagai penduduk yang agraris
2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention).Seperti penemuan alat pengolah tanah dari penemuan bajak kayu sampai traktor canggih.
3) Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat. Dari penemuan-penemuan tersebut muncullah konflik diantara masyarakat seperti pertimbangan petani dalam menggunakan traktor karena selain berdampak positif  juga dapat berdampak negatif.

b . Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab Ekstern)
Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena
adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab
ekstern). Berikut ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat.
1) Adanya pengaruh bencana alam. Kondisi ini terkadang memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru, maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada struktur dan pola kelembagaannya. Seperti peneysuaian dalam menggunakan bajak hewan untuk lahan basah menggunakan sapi atau kerbau sebagai penggeraknya sedangkan di lahan kering menggunakan kuda.
2) Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut demonstration effect. Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity. Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain, maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut. Diantaranya pada pengolahan tanah menggunakan traktor canggih karena pengaruh kebudayaan masyarakat lain.


D. Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya

1. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan
a. Adanya Kontak dengan Kebudayaan Lain Kontak dengan kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Penemuan-penemuan baru tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara budaya asing dengan budaya sendiri. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada.
b . Sistem Pendidikan Formal yang Maju
Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia,
terutama membuka pikiran dan mem-biasakan berpola pikir ilmiah,
rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan manusia
untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi
perkembangan zaman atau tidak.
c . Sikap Menghargai Hasil Karya Orang Lain
Penghargaan terhadap hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi, sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain.
d . Toleransi terhadap Perbuatan yang Menyimpang
Penyimpangan sosial sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat merupakan cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya.Untuk itu, toleransi dapat diberikan agar semakin tercipta hal-hal baru yang kreatif.
e. Sistem Terbuka Masyarakat (Open Stratification)
Sistem terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya.
f. Heterogenitas Penduduk
Di dalam masyarakat heterogen yang mempunyai latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial. Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahanperubahan baru dalam masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial.
g. Orientasi ke Masa Depan
Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
h. Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu
Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan, pertentangan, dangerakan revolusi untuk mengubahnya.
i . Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk
Memperbaiki Hidupnya Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.

Dalam hal cara mengolah sawah diantara faktor-faktor tersebut yang mendorong perubahan:

a.  Adanya pengaruh dari budaya masyarakat lain. Seperti kebiasaan masyarakat kota yang menggunakan alat-alat modern yang kemudian masyarakat pedesaanpun mengikutinya.
b.    Orientasi ke Masa Depan
Pemikiran yang selalu berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
c.  Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu
Ketidakpuasan yang berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa perlawanan, pertentangan, dangerakan revolusi untuk mengubahnya.
d.  Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berikhtiar untuk
Memperbaiki Hidupnya Ikhtiar harus selalu dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas.

2. Faktor-Faktor Penghambat Perubahan
a. Kurangnya Hubungan dengan Masyarakat Lain
Kehidupan terasing menyebabkan suatu masyarakat tidak mengetahui perkembangan-perkembangan yang telah terjadi. Hal ini menyebabkan pola-pola pemikiran dan kehidupan masyarakat menjadi statis.
b . Terlambatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Kondisi ini dapat dikarenakan kehidupan masyarakat yang terasing dan tertutup, contohnya masyarakat pedalaman. Tapi mungkin juga karena masyarakat itu lama berada di bawah pengaruh masyaPerubahan Sosial Budaya di Bidang Pertanianrakat lain (terjajah).
c . Sikap Masyarakat yang Masih Sangat Tradisional
Sikap yang mengagung-agungkan tradisi dan masa lampau dapat membuat terlena dan sulit menerima kemajuan dan perubahan zaman. Lebih parah lagi jika masyarakat yang bersangkutan didominasi oleh golongan konservatif (kolot).
d . Rasa Takut Terjadinya Kegoyahan pada Integritas Kebudayaan
Integrasi kebudayaan seringkali berjalan tidak sempurna, kondisi seperti ini dikhawatirkan akan
menggoyahkan pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada. Beberapa golongan masyarakat berupaya menghindari risiko ini dan tetap mempertahankan diri pada pola kehidupan atau kebudayaan yang telah ada.
e. Adanya Sikap Tertutup dan Prasangka Terhadap Hal Baru (Asing)
Sikap yang demikian banyak dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa lain,
misalnya oleh bangsa Barat. Mereka mencurigai semua hal yang berasal dari Barat karena belum bisa melupakan pengalaman pahit selama masa penjajahan, sehingga mereka cenderung menutup diri dari pengaruh-pengaruh asing.Itulah yang menyebabkan kemajuan alat dan tekhnologi menjadi terhambat.
f. Hambatan-Hambatan yang Bersifat Ideologis
Setiap usaha perubahan pada unsur-unsur kebudayaan rohaniah, biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi masyarakat yang sudah menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut.
g. Adat atau Kebiasaan yang Telah Mengakar
Adat atau kebiasaan merupakan pola-pola perilaku bagi anggota masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Adakalanya adat dan kebiasaan begitu kuatnya sehingga sulit untuk diubah. Hal ini merupakan bentuk halangan terhadap perkembangan dan perubahan kebudayaan. Misalnya, memotong padi dengan mesin dapat mempercepat proses pemanenan, namun karena adat dan kebiasaan masyarakat masih banyak yang menggunakan sabit atau ani-ani, maka mesin pemotong padi tidak akan digunakan, begitu juga dengan cara pengolahan tanah yang masih banyak menggunakan hewan.                                                 


E. Sikap Kritis Masyarakat Terhadap Perubahan Sosial Budaya

a.  Inovatif                                                                                                                                          Adanya perkembanan tekhnologi dan penemuan-penemuan baru mendorong orang untuk terus berinovasi dalam menemukan tekhnologi baru yang lebih bermanfaat dan untuk menyempurnakan penemuan yang sebelumnya.
b.  Lebih praktis ( efisien )                                                                                                                  Perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat mengakibatkan perilaku masyarakat menjadi lebih praktis dan efisien.
c.  Pertentangan ( Konflik )                                                                                                                Secara fisik kondisi tanah hasil pekerjaan bajak dengan kerbau (angleran) teksturnya lebih halus, hal itu dikarenakan pijakan terhadap tanah lebih intensif, serta kaya akan pupuk organik yang berasal dari kotoran kerbau. Sehubungan dengan kondisi tanah dimaksud, dapat menyababkan berkembangnya cacing tanah sehingga jumlah ikan belut pun akan meningkat. Keadan tersebut banyak dimanfaatkan oleh kebiasaan masyarakat dalam memancing ikan belut (ngurek) maupun mencari ikan belut secara langsung yang dilakukan pada malam hari dengan menggunakan bantuan cahaya patromax atau obor (ngobor/ngadamar).Ketika beralih ke traktor, secara fisik kondisi tanah hasil pekerjaan traktor tangan (angleran) teksturnya lebih kasar dan padat, serta dimungkinkan terjadinya pencemarana tanah akibat dari kebocoran bahan bakar bensin maupun pelumas (oli) dari mesin traktor dimaksud, sehubungan dengan kondisi tanah dimaksud, dapat menyababkan kurang berkembangnya cacing tanah sehingga jumlah ikan belut pun sangat sulit dicari maupun di pancing.
      Dengan beralihnya dalam penggunaan bajak kerbau ke traktor tangan dapat berimbas kepada menurunnya jumlah pendapatan petani pemilik kebau.

d.  Ketidakserasian sosial ( disintegrasi )                                                                                           Berbagai bidang kegiatan budaya dan seni maupun penciptaan alat- alat yang diyakini merupakan sebuah manfaat dan nilai dari kehidupan manusia, akan berkembang melalui serangkaian proses yang panjang sehingga mencapai pola-pola perilaku baru yang bedampak kepada kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Menolak dan menghindari modernisasi dan globalisasi sama artinya dengan mengucilkan diri dari masyarakat internasional. Kondisi ini tentu akan menyulitkan dalam menjalin hubungan, baik dalam lingkup masyarakat maupun hubungan antar negara. Munculnya ketertinggalan budaya (culture lag) merupakan kondisi yang terjadi manakala unsur-unsur kebudayaan tidak berkembang secara bersamaan, salah satu unsur kebudayaan berkembang sangat cepat sedangkan unsur lainnya mengalami ketertinggalan. Ketertinggalan yang terlihat mencolok adalah ketertinggalan alam pikiran serta pesatnya perkembangan teknologi dan pembangunan, kondisi ini terutama terjadi pada masyarakat yang sedang berkembang. Begitu halnya dengan sektor pertanian yang mengalami perubahan dan perkembangan secara terus menerus sesuai dengan alih teknologi serta perkembangan pada masyarakat pedesaan. Salah satu bentuk modernisasi di bidang pertanian salah satunya adalah teknik pengolahan lahan dengan dengan menggunakan alat dari mulai bajak yang ditarik dengan binatang kerbau telah mengalami pergeseran dengan menggunakan traktor tangan dan mesin sebagai penggeraknya.